Hari itu matahari sudah condong ke barat, jalanan kota mulai padat oleh kendaraan pulang kerja. Aku berjalan pelan di trotoar, lelah setelah seharian belajar di sekolah. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada seorang ibu paruh baya yang berdiri di tepi jalan. Di tangannya tergantung dua kantong belanjaan besar, wajahnya terlihat cemas menatap arus lalu lintas yang tak kunjung reda.
Awalnya aku hanya lewat begitu saja, tapi entah kenapa langkahku terasa berat. Dalam hati ada suara kecil: “Kalau itu ibumu, kamu pasti ingin ada orang yang membantu, kan?” Aku pun menoleh kembali, lalu memberanikan diri mendekat.
Aku menggenggam salah satu kantong belanjaannya, lalu menuntunnya pelan-pelan. Mobil-mobil melintas cepat, tapi sopir yang melihat kami akhirnya melambat. Setelah sampai di seberang, ibu itu tersenyum dan berkata, “Kalau tidak ada kamu, mungkin ibu kesulitan sekali. Terima kasih, ya.”
Kalimat sederhana itu membuat hatiku hangat sepanjang perjalanan pulang. Dari situ aku sadar, kadang kita hanya perlu sedikit keberanian untuk membuat perbedaan.